
KATA WAKIL KETUA OKK NASDEM GOWA, " SELESAI INI BARANG" KALAU JADI BERPASANGAN.
Pilkada gubernur Sulsel masih tergolong lama, namun sejumlah bakal kandidat gubernur sudah bermunculan. Ada Ichsan Yasin Limpo, Burhanuddin Andi, Rivai Ras, Rusdi Masse (RMS),Nurdin Abdullah (NA), Agus Arifin Nu’mang dan lain sebagainya.
Sejumlah bakal calon ini saat ini sedang melakukan sosialisasi di tengah masyarakat. Ichsan YL meski belum mendapatkan kendaraan partai politik, namun dia sudah mendeklarasikan diri maju. Begitu pun dengan Nurdin Abdullah (NA).
Nurdin Halid adalah satu satunya bakal kandidat yang terlihat siap. Telah menyatakan diri ingin maju, pun Partai Golkar telah merestuinya.
Sementara itu Ketua NasDem Sulsel yang juga Bupati Sidrap H Rusdi Masse (RMS) sampai saat ini belum menyatakan sikap apakah maju atau tidak, namun dorongan masyarakat arus bawah menghendaki RMS maju di pilgub.
“Kalau Pak Rusdi maju di pilgub sebagai 01 itu sangat luar biasa sekali. Dia itu Pak Rusdi akan jadi kuda hitam yakin saja,” ujar pengamat politik dari Universitas Hasanuddin Dr Iqbal Sultan, Jumat (21/4/2017) di Makassar.
Bahkan Dia menyebutkan, jika RMS jadi maju itu berarti kekalahan awal bagi para bakal kandidat lain karena RMS yang sebelum sebelumnya dianggap sebagai tokoh biasa biasa saja ternyata menjadi tokoh yang luar biasa.
Lalu siapa tokoh yang layak dan tergolong kuat mendampingi RMS? Dr Iqbal Sultan mengatakan, jika mau jujur RMS pasangan dengan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (NA).
“Meski itu tergolong sulit dan belum mewacana, tapi kalau itu jadi RMS-NA sangat kuat. Hanya saja persoalannya kembali pada lobi politik. Karena politik itu semua bisa terjadi,” ujar Iqbal.
Hanya saja Iqbal menyebutkan butuh komunikasi kuat untuk menyatukan pasangan RMS-NA. Karena NA sejak awal ingin 01. Tapi sampai saat ini tidak ada kendaraan politiknya.
Tapi ingat, lanjutnya, RMS punya partai, punya kekuatan finansial dan punya kekuatan basis massa di luar Sidrap dan sekitarnya.
Lalu bagaimana dengan pasangan NA dan Tanri Bali? Pasangan ini sulit menang karena tidak memiliki kekuatan untuk menarik partai politik. Kekuatan massa Tanri juga tidak kuat.
Lalu bagaimana IYL dan RMS, Iqbal Sultan mengatakan, bagus juga tapi karakter kedua figur ini sama dan cenderung tidak bisa disatukan dalam pasangan pilgub.
Hal yang sama juga dikatakan pengamat sosial politik dari UIN Alauddin Prof Dr Hamdan Juhannis.
“Kalau dari sisi geopolitik antara RMS dan NA berpasangan, itu sangat menarik memang,” ujar Prof Hamdan.
Sedangkan NA mampu membawa perubahan secara fisik di Kabupaten Bantaeng selama dua periode.
Syafriadi Djaenaf menambahkan sebagai wakil ketua bidang OKK DPD Nasdem gowa kalau RMS pantas maju sebagai calon gubernur karena beliau adalah Ketua Partai Nasdem sulsel
"Tolak ukur keberhasilan kepemimpinan pada satu daerah salah satunya adalah keberhasilan meminimalisir pengangguran dan pengentasan kemiskinan didaerah itu berhasil bukan hanya kemampuan membangun fisik,"ucap yang biasa disapa denkmank ini.
Kabupaten Sidrap menjadi daerah terendah kemiskinanya sejak tahun 2014, kedua di Sulawesi dan pertama di Sulawesi Selatan, Itu hasil kerja RMS bukan yang lain.
Mengenai pernyataan dari tim Tanri Bali Lamo,"Bahwa Nurdin Abdullah tidak pada kapasitas sebagai wakil karena dia adalah seorang Profesor. Menurut Denkmank Kita tidak sementara didalam rana kampus, ini rana politik saatnya kita menunjukkan kemampuan kita untuk bisa menjadi calon dengan lobi lobi politik bukan lobi akademisi.
Kalau Nurdin abdullah betul betul mau mengabdikan diri untuk membangun Sulsel maka beliau harus legowo dan menjadi seorang negarawan sejati, bahwa gengsi itu nomor sekian sekian saja yang penting beliau memberikan kemampuan terbaiknya untuk membuat masyarakat sulsel berkehidupan lebih baik dari sebelumnya,"Disampaikan dengan tegas oleh ketua okk nasdem gowa ini.
Komentar
Posting Komentar